June 8, 2014

[FF] I Want To Kiss You [T+] [KyuMin]

WARNING!!

Cerita ini mengandung Unsur Boys Love
KyuMin as Main Character
Dont Like Character? Please Go Back.

“Aku ingin menciummu, Hyung.”

BLUE DAFFODIL
Han Rae
Mianhae…
Dont Like Dont Read
Please press back button..
Flame allowed* but did’t with hars word.
Jika kalian merasa ini adalah sebuah JUNK fic, saya dengan lapang dada akan menghapusnya..
Rate :
T (pg)
Pairing :
KyuMin (Cho Kyuhyun and Lee Sungmin)
Warning :
BL (Boys Love), Typo, Jelek, Abal, dll
Review please...
.
enJOY!!
.
.
I WANT TO KISS YOU
.
“Aku ingin menciummu, Hyung.”
Sungmin mengerjap terkejut akan apa yang barusan Ia dengar. Mata foxynya menatap Kyuhyun tak mengerti.
“A-apa?”
Kyuhyun menghela nafas pelan melihat Hyung mantan teman sekamarnya itu memasang wajah tak mengerti. Kyuhyun memegang pundak Sungmin, membuat namja kelinci itu tersentak kaget.
“Aku bilang, aku ingin menciummu.”
Wajah Sungmin memerah ketika mendengar ucapan itu terulang dari bibir Kyuhyun. Jadi Ia tak salah dengar, tapi kenapa?
“K-Kyu, apa kau mabuk?”
Mungkin saja Kyuhyun mabuk sehabis minum wine di ulang tahunnya Hyukjae. Kyuhyun menggelengkan kepalanya, “Apa aku terlihat seperti orang mabuk, Hyung?”
Sungmin menggeleng pelan. Kenapa? Kenapa tiba-tiba Kyuhyun ingin menciumnya.
“Kamu bingung, Hyung?”
Sungmin menggigit bibir bawahnya. Tentu saja Ia bingung! Bagaimana tidak, tiba-tiba saja Kyuhyun ingin menciumnya. Apa kepalanya baru terbentur sesuatu ‘huh!?
“Tentu aku bingung, Kyu.”
Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dari tubuh Sungmin, “Kenapa harus bingung, sih, Hyung? Kamu saja biasa saja saat mendengar kalau Donghae mencium Hyukjae kan?”
Sungmin kembali teringat ketika beberapa hari lalu Hyukjae bercerita kalau Ia dan Donghae berciuman—bukan berkedok fan-service tapi benar-benar sebuah ciuman dan di saat Ia mendengar itu Ia biasa saja karena Ia sudah menduga suatu saat mereka pasti akan berciuman. Tapi kini bukan tentang Hyukjae dan Donghae, ini tentang Sungmin dan Kyuhyun!
“T-tapi kali ini bukan tentang Hyukjae dan Donghae, Kyu. Ini tentang kamu dan aku. Aduh, Kyu, sebenarnya kau kenapa sih?!”
Kyuhyun menghela nafas pelan mendengar ucapan Sungmin. Ia lalu berjalan menjauhi Sungmin dan duduk di tempat tidur Sungmin, matanya menatap langsung ke arah Sungmin.
“Memangnya apa bedanya kita dengan mereka?”
Sungmin diam sejenak, Ia mengulum bibir bawahnya, “Kenapa harus bertanya padaku, Kyu? Sudah menjadi informasi umum kalau mereka mempunyai perasaan satu sama lain, tapi kita?” Sungmin menghela nafas, “Kyumin hanyalah sebuah fan-service.”
“Kalau aku bilang aku memiliki perasaan padamu, Hyung. Bagaimana?”
Sungmin tersentak mendengar ucapan tenang Kyuhyun. Ia lalu memaksakan diri untuk tertawa, “Perasaanmu padaku hanya sebatas perasaan Dongsaeng pada Hyungnya.”
Kyuhyun diam, “Benarkah?”
Sungmin mengangguk. Kyuhyun terdiam sejenak, “Aku pikir ini lebih daripada itu, Hyung.”
“Huh? Apa maksudmu?”
Kyuhyun berdiri, kembali mendekatkan diri pada Sungmin, “Perasaanku,” Kyuhyun menunjuk dirinya, “padamu,” kini Ia menunjuk Sungmin, “...kurasa itu lebih daripada perasaan Dongsaeng pada Hyungnya.”
Sungmin tak merespon ucapan Kyuhyun. Di dalam kegelapan kamar, Ia menatap lurus ke mata Kyuhyun yang terlihat indah di balik kegelapan.
“Apa Dongsaeng wajar memiliki perasaan untuk memiliki Hyungnya sendirian?”
Sungmin mengangguk. Kadang Ia ‘pun merasakan kalau ingin memonopoli Leeteuk hanya untuk dirinya.
“Apa Dongsaeng wajar memiliki perasaan untuk memeluk Hyungnya di depan publik agar mereka semua yang mencintai Hyungnya selain dirinya mengakui kalau Hyungnya hanya milik dirinya?”
Sungmin kini mengangguk ragu. Ia pun sering memeluk Hyungnya di depan publik, tapi Ia sama sekali tak pernah berpikiran untuk membuat mereka menjadikan Hyungnya hanya miliknya.
“Apa Dongsaeng wajar memiliki perasaan untuk menyentuh tubuh Hyungnya dengan sangat intim?”
Kini Sungmin diam, menganga tak percaya akan apa yang di ucapkan Kyuhyun. Sangat intim? Tunggu... Kyuhyun pernah memiliki perasaan itu padanya!?
“Dan kini...” Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Sungmin, membuat Sungmin sontak memerah merasakan hembusan nafas Kyuhyun menyapa wajahnya, “...apa Dongsaeng wajar memiliki perasaan untuk mencium Hyungnya? Membuat Hyungnya lemas dan mendesahkan namanya di balik pertarungan li—,” secepat yang Sungmin bisa, Sungmin membungkam mulut Kyuhyun dengan tangannya. Ia tak percaya! Benar-benar tak percaya! Oh, tuhan, Ia tak percaya kalau Kyuhyun bisa berkata menggoda seperti itu.
Tangan Sungmin yang menutup mulut Kyuhyun bergetar, wajahnya memerah tak karuan, mata foxynya menatap ke arah lain selain ke arah mata Kyuhyun yang terus menatapnya langsung.
Kyuhyun melepaskan tangan Sungmin perlahan dari mulutnya, Ia lalu menggenggam tangan Sungmin dengan lembut.
“Apa itu adalah perasaan sebatas Dongsaeng pada Hyungnya?”
Sungmin tak menjawab, Ia masih diam sembari menatap ke arah lain. Kyuhyun tersenyum lalu mengarahkan jari-jari Sungmin ke mulutnya dan mengecupnya lembut.
Merasakan sesuatu yang lembut menyapa jari-jarinya membuat Sungmin tersentak. Sungmin langsung menatap Kyuhyun dan wajahnya memerah ketika melihat jarinya di depan bibir Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum melihat wajah Sungmin yang memerah.
“Bagaimana...” Sungmin merasakan tubuhnya bergetar ketika nafas lembut Kyuhyun menyentuh jarinya, “...kalau aku bilang aku mencintaimu?”
Mata foxy Sungmin membelalak, Ia lalu menggeleng cepat, “T-tidak mungkin!”
Kyuhyun menjauhkan tangan Sungmin dari mulutnya lalu mengaitkan jari-jari mereka. Sungmin sejenak terdiam menatap jarinya yang terkait dengan jari-jari Kyuhyun.
“Kau tahu alasanku memisahkan diri darimu?”
Sungmin mendongak menatap Kyuhyun, “Karena kau bilang kita harus menempati kamar kosong di dorm.” Kyuhyun tersenyum mendengar jawaban Sungmin membuat Sungmin kembali menunduk dengan wajah yang memerah.
“Itu bohong, Hyung. Aku tak peduli dengan kamar-kamar kosong itu. Aku punya alasan tersendiri.”
“Alasan tersendiri?”
“Ye. Aku ingin menghentikan perasaan ini.”
Sungmin diam menatap wajah tenang Kyuhyun namun di balik kegelapan, Sungmin dapat dengan jelas melihat guratan putus asa di wajah Kyuhyun.
Kyuhyun menghela nafas, “Aku tak mengerti, tanpa sadar, perasaan ini sudah ada di hatiku. Aku mencoba menghilangkannya dengan berpisah kamar denganmu. Tapi, bukannya menghilang, perasaan itu malah semakin menjadi.”
Kyuhyun menatap Sungmin lelah, “Aku mencoba berpikir kalau ‘Ini bukanlah apa-apa’, tapi kau tahu Hyung...” Kyuhyun tersenyum miris, “...ini menyakitkan.”
Kyuhyun tertawa melihat wajah Sungmin yang terlihat menyesal, “Tapi itu sudah berlalu, kini aku sudah sadar akan perasaan itu.”
Kyuhyun menarik Sungmin ke dalam pelukannya, namja kelinci itu tersentak dalam pelukannya. Kyuhyun tersenyum dan memejamkan matanya, menikmati aroma tubuh Sungmin, “...ternyata perasaan itu adalah cinta. Ya, cinta.” Kyuhyun mendengus geli di telinga Sungmin, “Aku mencintaimu.”
Sungmin terdiam mendengar pernyataan cinta Kyuhyun. Ia mengulum bibir bawahnya. Kyuhyun mencintainya? Benar-benar mencintainya?
“K-kenapa bisa?”
Kyuhyun melepas pelukannya lalu menatap geli wajah bingung Sungmin, Ia mempertemukan dahi mereka.
“Memangnya cinta perlu alasan?”
Sungmin menunduk, memutus kontak mata mereka. Entah mengapa Sungmin merasa tak puas mendengar jawaban Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum.
“Jika kau inginkan jawaban yang lebih dari itu... lihatlah aku.”
Mendengar ucapan Kyuhyun dan rasa penasaran di dalam dirinya, mau tak mau Sungmin perlahan menatap Kyuhyun. Senyum khas Kyuhyun terlihat di bibir penuhnya.
“Aku cinta mata foxymu. Aku cinta rambut lembutmu. Aku cinta kulit lembutmu. Aku cinta bibir shape-Mmu,” Kyuhyun menyentuh bibir Sungmin pelan, membuat Sungmin tersentak dan menutup mata terkejut, namun mata foxy itu kembali terbuka ketika mendengar tawa renyah Kyuhyun. Sungmin mengerucutkan bibirnya tak suka, Kyuhyun tersenyum, “Aku suka saat kau mengerucutkan bibir seperti itu. Aku suka saat kau memperhatikanku. Aku suka saat kau memanjakanku. Aku suka saat kau berlindung padaku. Aku suka saat kau mempercayaiku. Aku suka semua... semuanya dari dirimu.”
Sungmin terdiam menatap Kyuhyun. Jantung Sungmin berdetak berkali-kali lebih cepat, ribuan kup-kupu berterbangan di perutnya, wajahnya sangat merah. Bahagia, perasaan bahagia teramat sangat kini Sungmin rasakan.
Kyuhyun tersenyum lalu mendekatkan wajahnya pada Sungmin, “Tapi saat ini...” Sungmin menatap mata Kyuhyun sedangkan Kyuhyun menatap bibir Sungmin yang sedikit terbuka, “...aku benar-benar suka bibirmu.”
Sungmin menutup matanya ketika merasakan sebuah benda kenyal menyentuh bibirnya. Mempermainkan bibirnya dengan sangat lembut. Tangan Kyuhyun melingkar di pinggang Sungmin, menarik Sungmin lebih dekat ke dirinya.
Kyuhyun melepaskan ciumannya dan menatap langsung ke wajah sendu Sungmin yang memerah, “Ternyata bibirmu lebih manis daripada yang ku bayangkan.”
Sungmin terdiam mengatur nafasnya. Ia tak tahu akan perasaannya pada Kyuhyun, namun Ia tak bisa menolak kelembutan bibir Kyuhyun di atas bibirnya. Sungmin sudah kecanduan.
Sungmin mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun, mendekatkan wajah Kyuhyun ke wajahnya. Kyuhyun menampilkan wajah bodohnya membuat Sungmin mendengus geli.
Hyung? Ada ap—“
“Berisik. Jangan banyak omong. Aku ingin kau menciumku. Lagi.”
Kyuhyun tersenyum. “Dengan senang hati.”
.
.
.
END
.
.
.
Oke... UAPA INI!? /panik /histeris /guling-guling
Tiba-tiba saja ketika saya lagi bengong tercetus kalimat ‘I want to kiss you so badly.’—Oh, my perv mind, then, jeng-jeng jadilah FF ini~
Mian kalau pening+endingnya maksa DX

Last, Review please /kedip-kedip

0 comments:

Post a Comment